Siap-Siap Dipanggil Interview! Panduan Lengkap Membuat CV Kreatif yang Menarik


Perhatian: tulisan ini mengandung tips dan trik tentang cara membuat CV kreatif. Untuk tips pembuatan CV profesional masih dalam proses pembuatan, so stay tune yah!
{tocify}

Dalam proses rekrutmen pekerjaan, seleksi berkas adalah tahapan yang pertama kali dilakukan pihak HRD untuk menyeleksi kandidat yang layak diproses ke tahapan selanjutnya.

Bagi HRD, seleksi berkas akan mempermudah dan mempercepat proses rekrutmen, karena mereka hanya perlu mengundang kandidat yang shortlisted atau memenuhi kualifikasi dasar yang telah mereka tetapkan.

Namun bagi pelamar, seleksi berkas justru sangat menantang untuk dilewati. Di luar sana mungkin ada ratusan atau bahkan ribuan kandidat yang juga melamar posisi yang kita idam-idamkan.

Oleh karena itu, sangat vital bagi kita untuk menyajikan CV atau resume yang menonjol dan dilirik HRD, sehingga memperbesar peluang kita untuk diproses ke tahap rekrutmen selanjutnya.

Tenang saja, pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengupas CV atau resume kreatif yang powerful. Karena tulisan ini dibuat komprehensif, mohon luangkan waktu sejenak untuk membacanya secara berurutan dan perlahan-lahan agar setiap bagiannya dapat Anda kuasai seutuhnya.

Sudah siap? Yuk kita mulai!

CV vs. Resume?

Penggunaan istilah CV dan resume memang kerap diperdebatkan sejak dulu. Ada yang menggunakan istilah CV, ada juga yang resume. Lantas, mana yang tepat?

Sebagaimana kita tahu, CV adalah singkatan dari Curriculum Vitae. Kata ini diambil dari bahasa latin yang artinya perjalanan kehidupan.

Istilah CV umumnya merujuk kepada dokumen yang berisi riwayat hidup selengkap-lengkapnya, termasuk seluruh pengalaman akademik, karir, sertifikasi, penghargaan, hingga publikasi.

Karena memuat seluruh informasi tersebut secara lengkap, CV bisa saja tersusun atas berlembar-lembar halaman. Biasanya, CV digunakan untuk keperluan akademik.

Sedangkan resume adalah dokumen yang berisi rangkuman dari CV kita. Berbeda degan CV yang digunakan untuk konteks akademik, resume lebih tepat digunakan untuk keperluan karir dan bisnis.

Biasanya resume hanya memiliki 1-2 halaman, dan isinya disesuaikan dengan posisi pekerjaan yang ingin kita lamar, atau keperluan bisnis tertentu.

Misalnya, seseorang yang ingin melamar posisi sebagai desainer grafis tentu akan mengisi resumenya dengan hal-hal yang relevan dengan desain grafis. Daripada menuliskan software statistik yang ia kuasai, akan lebih tepat jika menuliskan software edit foto atau vektornya saja.

Namun karena istilah CV lebih populer (dan lebih mudah disebut juga), banyak orang yang memilih menggunakan kata CV dalam konteks apapun. Dan untuk mempermudah, dalam tulisan ini saya juga akan menggunakan istilah CV yah!

Karena CV adalah dokumen yang merepresentasikan diri kita, maka isi dari CV haruslah berbobotdan mampu “menjual” diri kita kepada sebuah perusahaan tempat kita melamar.

CV Kreatif vs. Professional?

Nah lho, tadi ada istilah CV vs Resume. Sekarang apa lagi?! (sambil garuk-garuk kepala).

CV kreatif dan professional sebenarnya hanya sebutan saya untuk menggambarkan CV dengan pernak-pernik ciamik dan CV yang dibuat polos tanpa desain grafis.

Yang membedakan adalah penggunaannya yah!

Untuk profesi yang membutuhkan sentuhan kreatif seperti desainer grafis, video editor, maupun pekerjaan lain yang terkait seni, sebaiknya gunakan CV kreatif. Dengan demikian, kita bisa menunjukkan sisi kreativitas kepada rekruter.

Sebaliknya, dalam melamar pekerjaan yang tidak berkaitan dengan seni dan kreativitas, sebaiknya gunakan CV professional. CV polos seperti ini akan mempermudah rekruter mengekstrak informasi yang dibutuhkan.

Selain itu, CV polos juga akan lebih mudah terbaca oleh sistem ATS (applicant tracking system). Teknologi canggih ini mulai banyak digunakan banyak perusahaan (khususnya multinasional) untuk memindai CV kandidat dan mencari kata kunci relevan dengan posisi yang dilamar.

Semakin banyak kata kunci relevan yang dipindai, kandidat akan semakin berpeluang untuk dipanggil seleksi selanjutnya seperti psikotest hingga wawancara.

Baiklah, tanpa berbasa-basi lagi marilah kita diskusi lebih dalam mengenai cara membuat CV kreatif yang menarik. Disimak ya!

1. Lebih Baik Gunakan Bahasa Inggris

Hal pertama yang akan dibahas oleh saya adalah dari segi penggunaan bahasanya.

Sebenarnya penggunaan bahasa Inggris dalam pembuatan CV bukanlah sesuatu yang mutlak harus dipenuhi. Akan tetapi jika Anda mampu membuatnya dalam bahasa Inggris, mengapa tidak?

Sebagaimana kita ketahui bahwa bahasa Inggris adalah bahasa universal. Maksudnya, penggunaan bahasa Inggris tidak semata-mata hanya di negara Inggris dan jajahannya saja, melainkan sudah menjelma menjadi bahasa Internasional yang digunakan hampir semua negara di dunia.

Seiring berkembangnya perusahaan asing di Indonesia, banyak perusahaan yang lebih memprioritaskan calon pegawai yang memiliki kemampuan dalam berbahasa Inggris.

Oleh karena itu, CV berbahasa Inggris dapat menjadi salah satu ajang “unjuk gigi” kepada perusahaan target agar mereka tertarik untuk mengadakan interview dengan kita.

Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa jangan sampai hal ini menjadi boomerang bagi diri kita.

Pastikan bahwa bahasa Inggris yang kita gunakan pada CV telah memenuhi standar grammar, spelling, dan tata bahasa yang formal.

Grammar adalah himpunan dari aturan-aturan yang mengatur susunan kalimat, frase, dan kata. (sumber: English First)

Grammar yang dimaksud di sini adalah memperhatikan tense, preposition, preference, dan berbagai aturan lainnya dalam bahasa Inggris.

Misalnya, ada orang yang menyebut kalimat “I like to reading a book

Padahal, yang seharusnya adalah “I like to read a book” atau “I like reading a book”.

Beberapa kata kerja seperti love, like, hate, dan sebagainya dapat diikuti dengan infinitive (to + adverb) atau gerund (adverb + ing). Tetapi keduanya tidak bisa disatukan begitu saja (sumber: British Council Foundation)

Selanjutnya adalah masalah spelling. Sebenarnya spelling juga termasuk ke dalam grammar tetapi sengaja saya pisahkan agar lebih mudah dipahami.

Spelling di sini adalah bagaimana cara kita menuliskan suatu kata dalam bahasa Inggris.

Misalnya, terkadang orang salah dalam menuliskan kata:
  • address menjadi adress,
  • forty menjadi fourty,
  • grammar menjadi grammer,
  • dan berbagai kesalahan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu di sini (sumber: Learn English)

Namun jangan khawatir, saya punya solusi untuk mengatasi beberapa masalah tricky ini.

Mau tahu? Yup, solusinya adalah dengan menggunakan Microsoft Word dan jangan lupa untuk mengaktifkan fitur mengecek spelling dan grammar secara otomatis.

Untuk mengaktifkannya, kamu dapat mengikuti langkah dibawah ini:
  • Klik tulisan English (U.S.) pada bagian bawah Microsoft Word


    • Pastikan tidak ada tanda ceklis pada bagian “Do not check spelling or grammar”. Jika ada, maka hilangkan dengan mengklik pada tanda ceklis tersebut.


    Jika fitur ini sudah diaktifkan, maka kamu dapat mendeteksi kesalahan grammar dan spelling secara mudah dan otomatis.

    Oh iya, jika kesalahannya dalam hal spelling, maka Word akan memberikan garis merah di bawah kata yang perlu diperbaiki. Bahkan pada beberapa kasus, saya menemukan bahwa Word akan langsung menggantinya dengan ejaan yang benar secara otomatis.

    Kesalahan Spelling

    Sedangkan jika kesalahannya dalam hal grammar, maka Word akan memberikan garis hijau di bawah kata yang kurang tepat.

    Kesalahan Grammar

    Dengan ini, kesalahan dalam hal spelling dan grammar dapat dieliminasi

    Hal terakhir adalah mengenai tata bahasa formal.

    Bahasa yang formal sangat diperlukan dalam menulis sebuah CV karena kita akan berhadapan dengan suatu perusahaan resmi, bukan seorang teman dekat.

    Seberapa pentingnya bahasa yang formal dalam sebuah CV?

    Sangat penting! Hal ini disebabkan karena tata bahasa yang kita gunakan akan menggambarkan kesopanan kita.

    Gaya penulisan yang formal akan menghadirkan kesan sopan, professional, dewasa, dan dapat dipercaya.

    Untuk memastikan bahwa bahasa Inggris yang kita gunakan telah mengusung aspek formal, tidak bisa dilakukan hanya dengan Word saja.

    Kita juga bisa menggunakan tools bernama Grammarly. Saya sendiri sudah menggunakannya dan merasa puas, padahal saya hanya menggunakan versi gratisnya saja.

    Selain itu, kita juga bisa mencari sumber informasi di Google atau bertanya kepada seseorang yang lebih pandai dalam berbahasa Inggris.

    2. Hindari Penggunaan Paragraf

    Sebagaimana judulnya bahwa CV merupakan sebuah rangkuman, dan rangkuman yang baik harus memiliki isi yang jelas dan tajam.

    Hindari penggunaan paragraf dan kalimat yang terlalu panjang karena paragraf dan kalimat itu lebih cocok diletakkan pada surat lamaran kerja, bukan sebuah CV.

    Jika Anda ingin menyampaikan beberapa hal dalam satu judul, gunakanlah poin-poin karena lebih ringkas dan efektif untuk dimengerti.

    3. Pastikan Tidak Ada Elemen Yang Terlewat

    Walaupun judulnya adalah “rangkuman”, tetapi CV harus mengandung beberapa elemen yang wajib ada atau pihak HRD tidak akan meliriknya sama sekali.

    Adapun beberapa elemen dasar yang biasa ditemukan pada sebuah CV adalah:
    • Personal detail,
    • Personal profile,
    • Educational background,
    • Career History,
    • Qualification,
    • Interest,
    • Achievement,
    • Additional Information, dan
    • Reference,

    Mari kita bahas satu per satu :)

    Personal Detail

    Dalam surat, tentunya harus jelas siapakah yang mengirim surat tersebut. Begitu pula dengan sebuah CV yang akan Anda kirim kepada perusahaan yang sama sekali tidak tahu tentang Anda.

    Bagian personal detail memuat identitas dasar Anda seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat rumah, nomor telepon dan email yang dapat dihubungi.

    Bolehkah menambahkan akun social media dalam bagian personal detail?

    Jika Anda mencantumkannya, mungkin saja pihak perusahaan terkait akan melakukan stalking terhadap sosmed Anda untuk melihat bagaimana karakter Anda yang sebenarnya.

    Jika akun media sosial Anda dipenuhi dengan status alay dan foto-foto narsis nan eksis, lebih baik hindari pencantuman hal ini karena justru akan merugikan Anda sendiri.

    Oh iya, jangan lupa untuk menambahkan foto Anda pada bagian ini.

    Foto yang digunakan haruslah foto dalam keadaan formal, dalam artian pose tegap menghadap ke kamera dan menggunakan pakaian yang berkerah.

    Penambahan foto formal dapat menambah citra professional bagi Anda di mata perusahaan.

    Personal Profile

    Kalau pada bagian sebelumnya membahas tentang identitas Anda, pada bagian ini lebih memfokuskan mengenai kepribadian Anda.

    Tentu saja kepribadian yang dicantumkan harus sesuai dengan yang sebenarnya dan menunjang pekerjaan yang akan dilamar.

    Misalnya, saya ingin melamar pada bagian keuangan. Maka kepribadian yang harus dicantumkan adalah jujur dan teliti.

    Bayangkan jika orang yang melamar bagian keuangan adalah seorang yang tidak jujur. Bisa-bisa dana perusahaan dikorupsi untuk kepentingannya sendiri.

    Atau bagaimana jika orang tersebut ternyata tidak teliti alias ceroboh? Silakan Anda jawab sendiri.

    Biasanya kepribadian yang umum dicantumkan antara lain mudah beradaptasi, supel, dapat bekerja sama dalam tim, mampu bekerja di bawah tekanan, dan lain-lain.

    Educational Background

    Riwayat pendidikan bisa menjadi salah satu pertimbangan diterima atau tidaknya seseorang menjadi pegawai baru.

    Pastikan untuk menuliskan riwayat pendidikan yang penting saja, tidak semuanya harus dimasukkan.

    Jika Anda lulusan SMA atau SMK, hindari memasukkan pendidikan TK, SD, dan SMP. Alasannya sederhana, karena orang yang lulus SMA atau SMK sudah pasti pernah lulus TK, SD, dan SMP.

    Jika Anda lulusan SMA dan perguruan tinggi, cukup cantumkan perguruan tinggi-nya saja.

    Lain halnya apabila Anda adalah seorang lulusan SMK dan perguruan tinggi. Bisa saja Anda ikut mencantumkan SMK setelah Anda mencantumkan perguruan tingginya terlebih dahulu.

    Pencantuman pendidikan SMK dapat dilakukan jika pekerjaan yang akan dilamar memiliki kualifikasi yang pas dengan jurusan SMK kita.

    Misalnya saya adalah lulusan SMK Kimia Analisis sekaligus lulusan FMIPA yang akan melamar pekerjaan sebagai analis kimia.

    Karena job sebagai chemical analyst sesuai dengan pendidikan SMK saya, maka ada baiknya ikut mencantumkan pendidikan SMK Kimia Analisis di samping mencantumkan FMIPA-nya.

    Namun yang perlu diperhatikan dalam mencantumkan pendidikan adalah selalu mengurutkan berdasarkan pendidikan terbaru kita. Hal ini bertujuan agar terlihat lebih sistematis.

    Career and Organization History

    Riwayat karier juga mesti dicantumkan dalam CV untuk menambah nilai plus bagi kita.

    Bisa jadi pihak perusahaan tersebut akan menghubungi tempat lama Anda untuk menanyakan bagaimana sikap kerja Anda.

    Atau mungkin pihak perusahaan ingin mengetahui kaitan antara pekerjaan lama Anda dengan yang akan dilamar.

    Jangan lupa untuk mencantumkan nama perusahaan lama, periode kerja selama di sana, dan bagian apa yang Anda ditempatkan.

    Bagaimana jika Anda adalah seorang yang baru lulus tahun ini atau fresh graduate?

    Anda bisa mencantumkan tempat selama magang, masa percobaan, atau bahkan saat Praktik Kerja Lapangan (PKL). Jangan lupa cantumkan juga periode dan bagian ditempatkannya.

    Jika Anda aktif berorganisasi, bisa juga ikut dicantumkan. Orang yang berorganisasi cenderung memiliki kemampuan berkomunikasi dan sosialisasi yang lebih baik sehingga layak dipertimbangkan.
    .

    Qualification

    Kualifikasi adalah beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum mengambil sebuah pekerjaan. Biasanya kualifikasi sebuah job dicantumkan oleh pihak perusahaan pada informasi lowongan pekerjaan.

    Pastikan Anda telah memenuhi semua kualifikasi yang diminta. Setelah itu, jangan lupa untuk menuliskannya pada CV Anda.

    Terkadang, kualifikasi bisa sejalan dengan yang namanya kompetensi.

    Sehingga tidak ada salahnya untuk menuliskan berbagai kompetensi yang sejalan dengan kualifikasi yang diminta.

    Misalnya Anda ingin melamar pada bagian web development. Maka kompetensi yang dapat dicantumkan pada CV adalah HTML, JavaScript, CSS, dan berbagai program komputer lainnya yang dapat menunjang pekerjaan sebagai web development.

    Ada baiknya jika kompetensi tersebut diperkuat dengan sertifikat dari pihak tertentu seperti sekolah, tempat pelatihan, atau lembaga lainnya yang berwenang.

    Interest

    Interest atau hobi yang dituliskan dalam sebuah CV tentunya harus memiliki kaitan dengan job kita.

    Sebagai contoh, jika Anda adalah seorang dokter maka hobi yang tepat untuk ditekuni dan dituliskan dalam CV adalah membaca.

    Kehidupan seorang dokter tidak terlepas dari pertaruhan antara hidup dan mati. Seorang dokter memiliki andil yang besar dalam nyawa pasien. Kesalahan sedikit saja bisa fatal akibatnya.

    Tentu saja tindakan yang diambil dokter telah dilandasi oleh ilmu yang telah dipelajarinya selama bangku kuliah dan praktik kedokteran.

    Dengan banyak membaca, pengetahuan seorang dokter bisa semakin bertambah sehingga bukan tidak mungkin peluang menyelamatkan nyawa pasien menjadi semakin besar.

    Ingat! Hanya hobi yang relevan dan menunjang pekerjaan saja yang dituliskan.

    Achievement

    Bagian ini sangat dianjurkan ada pada sebuah CV. Alasannya adalah bisa memperbesar peluang kita untuk dipanggil interview.

    Prestasi yang dilampirkan tentunya harus relevan dengan pekerjaan lamaran kita.

    Misalnya saya ingin mendaftar sebagai Quality Control pada perusahaan pangan terkemuka. Contoh prestasi yang dapat dilampirkan dalam CV saya adalah menjuarai ajang perlombaan ilmu pangan.

    Bisa juga berupa kalimat-kalimat yang menggambarkan pencapaian Anda selama bekerja di tempat sebelumnya, seperti “saya telah meningkatkan penjualan perusahaan sebelumnya hingga 30%” atau kalimat-kalimat sejenis lainnya.

    Additional Information

    Sebenarnya bagian ini termasuk opsional. Maksudnya Anda bebas apakah ingin mencantumkannya atau tidak.

    Pada umumnya, bagian additional information berisi tentang alasan mengapa Anda pindah tempat kerja. Tetapi bukan berarti Anda bisa curhat di sini.

    Jangan sampai Anda mengeluh tentang perlakuan atasan yang kurang baik. Hal ini dapat menurunkan kesan Anda sebagai pekerja yang professional.

    Lebih baik tulis alasan yang positif-positif saja, seperti “Saya ingin mencari ilmu dan pengalaman yang baru” atau berbagai kalimat-kalimat berkonotasi positif lainnya.

    Ini bisa membuat si pembaca berpikir bahwa Anda adalah orang yang memandang segala sesuatu dari segi positifnya.

    Reference

    Seperti pada bagian sebelumnya, reference juga bersifat opsional. Bagian reference berisi nama yang bisa dihubungi untuk menanyakan kinerja Anda sebagai pegawai.

    Tidak sembarang nama bisa dicantumkan. Seseorang yang dicantumkan di sini haruslah seorang yang professional dan mengetahui dengan betul bagaimana performa dan prestasi Anda dalam bekerja.

    Biasanya orang yang pantas untuk ditulis pada bagian ini adalah mantan atasan atau rekan kerja Anda pada tempat sebelumnya.

    Selain itu, pastikan bahwa Anda meminta izin terlebih dahulu kepada orang tersebut. Jika mereka tidak mau, jangan ditulis.

    4. Tulis Semuanya Dengan Kejujuran

    Setelah kita membahas bagian-bagian CV, sekarang kita membahas tentang kebenaran konten.

    Apa artinya sebuah CV dengan segudang prestasi dan pencapaian jika semuanya adalah hasil rekayasa?

    Jangan salah, pada bagian interview biasanya sang penanya akan mengupas tuntas tentang apa yang ditulis pada CV dan surat lamaran Anda.

    Oleh karena itu jangan sekali-kali menambah-nambahkannya atau bahkan merekayasanya, karena jika ketahuan bisa-bisa Anda malah dicap sebagai pembohong.

    Tulislah CV yang isinya sesuai dengan kenyataan dan dapat dipertanggung jawabkan.

    Selesai sudah bahasan mengenai elemen-elemen penting dalam sebuah CV

    5. Desain Yang Menawan

    Setelah mengupas tuntas sebuah CV dari segi isinya, sekarang kita beranjak pada segi desain dan tampilannya.

    Bukan tidak mungkin sebuah CV dengan konten dan prestasi yang sangat bagus tetapi hanya ditumpuk tanpa dibaca oleh pihak HRD.

    Yup, pasti karena desain dan tampilannya yang kurang menarik.

    Ada elemen dasar dalam mendesain sebuah CV, antara lain:
    • Layout,
    • Jenis font dan ukurannya,
    • Line spacing,
    • Perpaduan warna, dan
    • Aksen pendukung.

    Mari kita kupas satu per satu.

    Layout

    Layout adalah bagaimana cara kita mengatur/menyusun posisi tiap elemen pada CV.

    Ada dua jenis layout yang sering digunakan dalam menyusun sebuah CV, Anda bisa melihatnya pada gambar di bawah.


    Layout mana pun yang Anda pilih, selama tampilannya tetap rapi dan enak dipandang, saya rasa tidak masalah. Selain itu, pastikan setiap elemen disusun dengan sistematis sehingga memudahkan pembaca untuk memahaminya.

    Jenis Font dan Ukurannya

    Penggunaan jenis font yang tepat akan membuat si pembaca nyaman berlama-lama dalam membaca CV Anda.

    Yang jelas, gunakan jenis font yang tidak banyak gaya dan tentu saja mudah untuk dibaca.

    Ada dua tips pemilihan jenis font yang bisa saya sarankan kepada Anda.

    Pertama, jika CV Anda dicetak dan dikirim melalui pos maka gunakanlah font yang bertipe Serif. Sudah tahu apakah itu font tipe Serif?

    Font tipe Serif adalah font yang memiliki “kait” kecil di ujung atau setiap pangkal hurufnya.

    Contoh font tipe Serif yang sudah populer adalah Times New Roman, Palatino, Georgia, Courier, Bookman, Garamond, dan Bodoni.

    Kedua, jika CV tersebut akan dikirim melalui email, maka gunakanlah font tipe Sans Serif.

    Sans Serif adalah tipe font yang berkebalikan dengan Serif. Dengan kata lain, Sans Serif adalah font yang tidak memiliki kait di setiap ujung hurufnya.

    Contoh dari font Sans Serif yang sering digunakan adalah Helvetica, Arial, Calibri, Century Gothic, dan Verdana.

    Silakan perhatikan gambar di bawah ini untuk mengetahui perbedaan antara Sans Serif (atas) dan Serif (bawah).


    Mengapa hal ini begitu penting untuk dibahas?

    Berdasarkan hasil penelitian mengenai bentuk font, didapat kesimpulan bahwa jenis font mempengaruhi tingkat pemahaman pembaca.

    Dikutip dari sebuah buku yang berjudul Cashvertising, terdapat sebuah studi mengenai font di atas media cetak menyimpulkan bahwa hanya 12% dari total pembaca yang efektif memahami artikel dengan font Sans Serif, dibandingkan artikel dengan font Serif yang mencapai angka keefektifan 67%.

    Sedangkan menurut studi oleh Software Usability and Research Laboratory pada 2002 menghasilkan kesimpulan bahwa font yang paling mudah dibaca dalam media online adalah jenis Sans Serif.

    Jadi, pemilihan font dalam desain CV juga harus didasarkan pada cara pengirimannya. Gunakan font tipe Sans Serif untuk CV yang dikirim via email sedangkan tipe Serif untuk yang dikirim via pos.

    Pastikan juga ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, dan harus disesuaikan dengan jenis font-nya.

    Line Spacing

    Line spacing yang optimal digunakan agar tulisan mudah untuk dibaca adalah 1,5 lines. Pada line spacing ini, tulisan tidak terlalu dekat tetapi tidak terlalu jauh juga.

    Dengan menerapkan line spacing yang tepat, CV Anda akan lebih mudah dibaca dan dicerna.

    Perpaduan Warna

    Alangkah indahnya sebuah CV apabila dilengkapi dengan perpaduan warna yang tepat.

    Hal ini bisa menarik perhatian si pembaca karena pada umumnya orang akan melihat tampilannya dahulu ketimbang isinya.

    Yang pertama kali harus Anda terapkan adalah penggunaan warna background.

    Warna putih adalah warna yang paling tepat untuk warna latar belakang karena menimbulkan kesan clean, neat, elegan, modern, dan tentunya professional.

    Kemudian Anda bisa menambahkan beberapa warna kombinasi untuk membuatnya lebih menarik. Cukup gunakan 2 sampai 3 jenis kombinasi warna pada CV Anda.

    Jangan lebih dari itu karena menimbulkan kesan kekanak-kanakan.

    Gunakan kombinasi warna yang masih satu jenis. Misalnya Anda bisa menggunakan warna merah marun yang dikombinasikan dengan warna merah yang sedikit lebih cerah.

    Atau bisa juga memilih warna biru navy yang dipadukan dengan biru langit, dan berbagai kombinasi warna lainnya asalkan tetap satu alur.

    Saya sarankan untuk menggunakan warna-warna flat khususnya pada CV yang dikirim via email. Warna-warna flat sangat ampuh untuk membuat mata menjadi nyaman.

    Untuk melihat contoh warna-warna flat, Anda bisa mengunjungi halaman saya tentang warna flat.

    Aksen Pendukung

    Aksen pendukung di sini maksudnya seperti beberapa logo dan favicon.

    Contoh aksen pendukung yang bisa ditambahkan pada CV misalnya logo sekolah atau kampus kita, favicon telepon seluler, favicon pada hobi (misalnya favicon buku jika hobinya membaca), dan lain-lain.


    Kalau bisa carilah aksen tambahan yang warnanya sama dengan perpaduan warna CV Anda. Jika tidak ada, Anda bisa mengeditnya dengan memanfaatkan fitur eyedropper dan paintbucket pada Photoshop atau Corel Draw.

    Kembali diingatkan bahwa jangan terlalu banyak memasukkan aksen pendukung ke dalam CV karena justru akan membuat tampilannya terlalu ramai dan tidak enak untuk dipandang.

    Selesailah bahasan mengenai desain untuk CV.

    6. Selalu Kirim Dalam Format PDF

    Bahasan ini hanya berlaku apabila CV yang dikirimkan melalui email.

    Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam membuat CV adalah selalu kirim CV Anda dalam format PDF. Ini dimaksudkan agar CV kita tidak dapat diedit atau diganggu-ganggu lagi.

    Kalau dikirim dalam format Word, dikhawatirkan dapat terjadi perubahan format baik itu margin, line spacing, jenis font, dan lain-lain.

    Selain itu, mengirim CV dengan format PDF atau gambar juga menimbulkan kesan bahwa kita adalah pribadi yang berhati-hati dan selalu mengantisipasi kemungkinan terburuk.

    Contoh Desain CV

    Pada sesi ini saya akan memberikan contoh desain CV. Kontennya sih sengaja saya palsukan, tetapi jangan ditiru ya! Hehehe...

    Jangan lupa klik untuk zoom atau download agar lebih jelas.


    Update: desain ini saya buat saat masih duduk di bangku SMK, dan saat ini saya sudah lulus kuliah. Mungkin terlihat sangat ciamik pada beberapa tahun lalu, namun sekarang sudah banyak referensi desain CV kreatif yang beredar di internet. Saya sendiri biasa ngulik di Freepik. {alertInfo}

    Penutup…

    Tidak ada ilmu yang 100% akurat dalam CV untuk melamar suatu pekerjaan. Yang jelas itu kembali ke pada diri kita sendiri sebagai calon pegawai.

    CV yang baik dan menarik tentunya harus diikuti dengan surat lamaran yang baik pula.

    Dan akan lebih mantap lagi jika kita menuliskan keadaan yang apa adanya, tidak dilebih-lebihkan juga tidak dikurangi.

    Mungkin Anda punya cara tersendiri? Bisa dong sharing di kolom komentar :)
    Yusuf Noer Arifin

    Menyukai kreativitas, pemikiran kritis, dan pemecahan masalah. Untuk menghubungi saya, silakan kunjungi halaman kontak ya!

    21 Comments

    Terima kasih sudah berkunjung di blog ini. Jika berkenan, mohon tinggalkan komentar dengan bahasa yang santun dan tanpa tautan. Semua komentar selalu dibaca meskipun tak semuanya dibalas. Harap maklum dan terima kasih :)

    1. mantap lengkap, detail, menyeluruh, cocok buat referensi kedepan .. makasih infonya

      ReplyDelete
    2. Mantapl nihh patut dicoba nice artikel gann 👍

      ReplyDelete
    3. Bener banget, yang terakhir lebih tepatnya cocok banget sama yang diajarin saya waktu kuliah etika profesi.

      ReplyDelete
    4. keren gan kontennya
      berguna banget buat orang yang mau daftar kerja sih ini :), lengkap banget lagi. Sayangnya ane belum mau daftar kerja :D

      artikel yang bagus :D

      ReplyDelete
    5. Ada yang menarik nih, bener nih itu lahirnya di Moskow ?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Itu mah hanya rekayasa semata mbak hehehe

        Kalau pakai data asli, takut disalahgunakan :)

        Delete
    6. Sangat lengkap sekali penjelasannya. Memang saya setujua untuk membuat CV dengan bahasa Inggris dan layout desain dari CV itu sendiri juga sangat penting. Tapi saya punya satu pertanyaan, kapan waktu yang tepat untuk membuat sebuah CV? Saya sendiri sekarang masih kelas XI MTK dan masih belum ada pengalaman kerja apakan sudah harus membuat CV?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Tergantung situasi yang mas alami.

        Kalau sudah mengalami masa PKL alias Praktik Kerja Lapangan, saya sarankan untuk mencicil dari sekarang.

        Karena biasanya kalau sudah menjelang lulus suka banyak tawaran kerja datang ke bursa kerja sekolah. Kalau udah jadi kan enak, tinggal apply saja.

        Kalau belum jadi, malah keteteran hehehe

        Delete
    7. saya dulu juga pernah buat CV gan , hehe tugas kuliah gan, nice artikelnya dikupas tuntas

      ReplyDelete
    8. Sebenar CV dibuat dengan bahasa inggris menurut saya bagus, hanya saja kembalikan ke diri kita lagi. Apakah kita bisa mempertanggung jawabkan bahasa dalam CV terhadap kemampuan kita berbahasa inggris. Secara psikologis hal ini cukup penting untuk kita pertimbangkan menurut saya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya mas, saya setuju karena biasanya pada sesi interview akan diklarifikasi lagi. Bahkan kadang-kadang akan diajak ngobrol dengan bahasa Inggris

        Delete
    9. Ditolaknya karena apa mas? Teman saya pakai bahasa Inggris malah diterima mas

      ReplyDelete
    10. Artikelnya lebih bagus lagi kalo ada link download formatnya,,,, hihihihi

      ReplyDelete
    11. Sangat jelas, legkap, akurat dan bermanfaat...terima kasih :)

      ReplyDelete
    12. Ka, itu bikin CV nya dimana?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Halo, itu saya bikin sendiri kok. Kalau mau order, bisa kunjungi halaman Kontak yaaa. Thanks!

        Delete
    13. Terimakasih ka ilmunya bermanfaat 🙏

      ReplyDelete
    14. Terimakasih sangat membantu untuk fresh garaduet.

      ReplyDelete
    Previous Post Next Post